Setelah awal perang di Abkhazia, Basayev menjadi kelompok relawan awal Checnya yang ikut ambil bagian dalam konfrontasi bersenjata dengan tentara Georgia. Pada tahun 1993 Basayev menjadi kepala komandan pasukan konfederasi rakyat Kaukasus dan menjadi wakil menteri pertahanan Abkhazia. Setelah kembali ke Checnya beliau diangkat menjadi komandan pengintaian dan sabotase angkatan bersenjata batalyon ChRI yang biasa disebut "Abkhazian batalyon".
| |
| |
| |
| |
Saat pecah perang di wilayah Checnya pada tahun 1994, Jokhar Dudayev mengangkat Shamil Basayev sebagai komandan pendamping. Pada bulan Juni 1995, Basayev berhasil menguasai kota Budennovsk di Teritori Stavropol, Rusia Selatan. Basayev berhasil menyandera banyak tentara Rusia, dalam pertukaran para sandera, Basayev menuntut penghentian aksi militer di Checnya dan membuka negosiasi antara Moskow dan para pemimpin ChRI. Tindakan militer berhasil dihentikan selama beberapa bulan. Pada bulan Agustus 1996, unit gerilya dibawah pimpinan Maskhadov, Basayev, Gelayev dan sejumlah komandan lainnya berhasil mengambil alih kota Grozny, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatangan yang disebut Khasavyurt Accords dan berakhirlah masa perang pertama di bumi Checnya.
| |
| |
| |
| |
Setelah masa perang kedua di Checnya dimulai, Basayev ditunjuk kembali sebagai salah satu komandan Front. Karena dia meninggalkan Grozny maka kota itu kembali di kepung pasukan Rusia. Pada musim dingin tahun 2000, Basayev terkena ledakan ranjau darat, salah satu kakinya harus diamputasi, namun hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan Jihadnya. Beberapa kali militer Rusia melaporkan kematiannya, namun setiap laporan Rusia tentang kematian beliau ternyata hanya kebohongan belaka.
| |
| |
| |
| |
| |
Shamil Basayev menerima penghargaan tertinggi ChRI, walaupun bukan itu yang beliau inginkan, penghargaan itu adalah "K'oman Siy" (kehormatan bangsa) dan "K'oman Turpal" (pahlawan bangsa). Beliau diberi gelar Jenderal Divisi Ichkeria.
Pada tahun 2006 akhirnya beliau Syahid dalam sebuah kecelakaan ledakan di Ingushetia.
Andrey Babitsky dari Radio Liberty menyebut Shamil Basayev sebagai "Salah satu orang yang benar-benar mewujudkan perlawanan", tidak ada orang yang seperti dia setelah Jokhar Dudayev. Keduanya adalah orang-orang besar dalam kancah Jihad di bumi Checnya.[muslimdaily.net/zack faishal]
Bagi anda yang ingin menambah kisah tentang Shamil Basayev atau mengkoreksi artikel ini kirimkan artikel anda ke : redaksi@muslimdaily.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar