Selasa, 01 Mei 2012

kriteria ikhwan dambaan akhwat


Kriteria Ikhwan Sejati sebagai Idola Sejati Akhwat

Ikhwan sejati idola akhwat sejati
Kalau ada Akhwat(Wanita) Sejati Impian Sejati Ikhwan(Laki-laki), tentu juga ada Ikhwan Sejati impian sejati seorang Akhwat.

Paling tidak ada 60 Kriteria Ikhwan(Laki-laki) Idaman (Ideal) menurut Islam yakni Ikhwan mukmin (beriman) yang :

  1. Islam menjadi pedoman hidupnya yang utama (QS.6:153);
  2. Ikhlas menjadi dasar hidupnya (QS.2:207);
  3. Taqwa menjadi bekal hidupnya (QS.2:197);
  4. Taat menjadi karakteristik khasnya (QS.3.132);
  5. Shalat dan sabar merupakan kekuatannya (QS.8:56;32:24);
  6. Tsabat (teguh) merupakan sikap hidupnya (QS.8:45);
  7. Ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat hatinya (QS.49:10;43:67);
  8. Tidak mengenal sikap palsu, kamuflase, banyak tingkah dan takabur (QS.25:63);
  9. Ruang jiwanya dipenuhi oleh perhatian dan kepedulian yang besar dan penuh kesungguhan dalam mencapai hadaf (tujuan baik) mereka (QS.28:55);
  10. Detik-detik malamnya amat berharga, diisi dengan ibadah Qiyamul Lail/Muraaqabatullah (QS.25:64 : 17:79. 76:26);
  11. Senantiasa risau dan amat takut akan azab Neraka Jahanam (QS.25:65-66);
  12. Punya ukuran-ukuran yang jelas atas kebenaran dalam kehidupannya (QS.25:67.17:29);
  13. Tidak menyekutukan Allah, dan tidak menantang (menyalahi) perintah Allah (QS.25:68-71);
  14. Tidak menyia-nyiakan hak orang lain dan tidak menzalimi seorangpun (QS.25:72);
  15. Hatinya lurus dan hidup subur, dengan iman yang benar (QS.25:73);
  16. Senantiasa menginginkan kebaikan yang dilakukan menjamah dan berlanjut untuk setiap generasi (QS.25:74-76);
  17. Senantiasa Jujur dalam perkataan dan perbuatan;
  18. Senantiasa menjaga tali silaturrahmi;
  19. Senantiasa menjaga amanah yang diberikan;
  20. Senantiasa menjaga hak tetangga;
  21. Senantiasa memberi kepada yang membutuhkan;
  22. Senantiasa membalas kebaikan orang lain;
  23. Senantiasa memuliakan tamu;
  24. Memiliki sifat malu;
  25. Senantiasa menepati janji;
  26. Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi);
  27. Berakhlak baik/mulia kepada sesama makhluk Allah; (Matiinul khuluqi);
  28. Senantiasa Shalat tepat pada waktunya;
  29. Senantiasa memautkan hatinya ke masjid /Cinta Shalat berjamaah di Masjid;
  30. Senantiasa membaca dan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya;
  31. Sederhana dalam urusan dunia dan paling cinta pada urusan akhirat;
  32. Paling suka melakukan amar ma’ruf nahi munkar;
  33. Paling berhati-hati dengan lidahnya (menjaga lidah);
  34. Senantiasa cinta pada keluarganya;
  35. Paling lambat marahnya;
  36. Senantiasa memperbanyak istighfar, berdzikir dan mengingat Allah swt dan memperbanyak Shalawat Nabi;
  37. Senantiasa suka dan ringan berzakat, infaq dan bersedekah;
  38. Senantiasa menjaga wudhu;
  39. Senantiasa menjaga Shalatnya terutama Shalat wajib;
  40. Senantiasa menjaga Shalat sunnat Tahajjud dan Shalat Dhuha;
  41. Paling cinta dan hormat pada kedua orang tuanya, terutama ibunya;
  42. Cerdas / Pikirannya intelek (Mutsaqoful fikri);
  43. Aqidahnya bersih/lurus (Saliimul ‘aqiidah);
  44. Ibadahnya benar (Shohiihul ‘ibaadah);
  45. Rendah hati (Tawadhu’);
  46. Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi);
  47. Mampu mencari nafkah (Qaadirun’alal kasbi);
  48. Senantiasa menjaga dan memelihara lidah/lisan (Hifdzul lisaan);
  49. Senantiasa istiqomah dalam kebenaran (Istiqoomatun filhaqqi);
  50. Senantiasa menundukkan pandangan terhadap lawan jenis dan memelihara kehormatan (Goddhul bashor wahifdzul hurumat);
  51. Senantiasa lemah lembut dan suka memaafkan kesalahan orang lain (Latiifun wahubbul’afwi);
  52. Benar, jujur, berani dan tegas (Al-haq, Al-amanah-wasyaja’ah);
  53. Selalu yakin dalam tindakan yang sesuai ajaran Islam (Mutayaqqinun fil’amal);
  54. Senantiasa pandai memanfaatkan waktu (untuk dunia dan akhirat) (Hariisun’alal waqti);
  55. Sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un lighoirihi);
  56. Senantiasa menghindari perkara yang samar-samar (Ba’iidun’anisy syubuhat);
  57. Senantiasa berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’);
  58. Senantiasa siap menolong orang yang lemah (Mutanaashirun lighoirihi);
  59. Senantiasa berani bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang memusuhi kita (Asysyidda’u’alal kuffar);
  60. Senantiasa mengingat akan datangnya kematian;
Apakah anda atau suami atau (calon) suami/pasangan Anda telah memenuhi ciri-ciri pria idaman menurut Islam seperti di atas ?

Apabila sudah sebagian maka sempurnakanlah dan pertahankanlah, namun apabila belum senantiasa berusahalah untuk menyempurnakannya, karena memang Tidak ada insan yang sempurna, kecuali Rasulullah , tapi senantiasa berusahalah menjadi yang mendekati kriteria-kriteria tersebut.

Semoga kita semua dan anak keturunan kita senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan oleh Allah swt untuk bisa menjadi insan dan laki-laki yang baik menurut Islam dan bagi akhwat semoga diberi Allah swt atau bagi akhwat (perempuan) dapat diberikan Allah swt pasangan laki-laki mukmin yang baik menurut Islam seperti disebutkan di atas. Amiin

Wallahualam bissawab

hikmat




 

bergulat dengan cinta

Di suatu malam, saya terbelah menjadi tiga. Dua orang keluar dari diriku, maka kubiarkan mereka jadi apapun. Kubiarkan yang satu menjadi rembulan, dan kubolehkan yang lainnya menjadi bintang. Kubebaskan yang satu jadi Munkar, dan yang lainnya menjadi Nakir. Kuciptakan yang satu menjadi iblis, dan yang lainnya menjadi Tuhan. Kuberi kemerdekaan yang satu menjadi malam, dan yang satunya lagi jadi cahaya. Mereka kuciptakan untuk menemaniku berbagi cerita. Mereka kuminta untuk mengajukan pendapat dan membicarakan banyak persoalan eksistensial. Mereka kulahirkan menjadi teman dan lawan dialog yang menyenangkan dan penuh perhatian. Tentu saja, teman dan lawan dialog yang sulit kutemukan di alam nyata.

Percakapan selalu berjalan tenang dan mengalir santai. Maka satu dari dua orang yang tengah duduk dihadapanku berkata:

“Berbahagialah jika kita dicintai. Karena ingatan dan kerinduan orang yang mencintai kita adalah doa. Semakin banyak orang mencintai kita, semakin banyak doa mereka menjaga hidup kita. Maka bersikap lembutlah…”

Saya mengangguk pelan dan mengalihkan pandangan pada yang lainnya. Maka berkatalah ia:

“Cinta itu seperti bangunan yang megah, tapi sewaktu-waktu dapat pecah dengan mudah. Bukankah kemegahan itu nyatanya hanyalah gambar di permukaan kaca—kaca khayalan yang tak datar. Disana kita, dunia ini, seolah-olah terlihat besar; padahal sesungguhnya hanyalah ilusi. Kalaupun kita merasa begitu sulit menghapus jejak cinta dalam hati, itu hanya karena kita begitu bodoh menerima kenyataan bahwa cinta sebenarnya telah menipu kita…”

Saya kembali mengangguk pelan. Saya beri mereka waktu yang banyak seperti halnya saya punya jatah waktu yang banyak untuk membuat keputusan.

“Cinta adalah kejahatan konsepsi, atau semacam pembodohan. Boleh dibilang rayuan utopis. Atau modus murahan dari proyek raksasa bernama penindasan, hasrat, hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan serakah. Jangan biarkan dirimu mabuk tak berdaya karenanya…Hari gini kamu masih percaya cinta pejabat pada rakyat? Uh, kamu juga masih percaya kata-kata cinta dari mulut manis sang kekasih, lagu, filsafat, syair, film, dongeng dan buku-buku? Banyak orang berlindung dalam konsepsi cinta hanya karena mereka ingin menyembunyikan bahwa sifat dan keinginan mereka sangat buruk. Cinta itu sesungguhnya tak ada. Hanya ilusi. Yang ada hanyalah naluri munafik dan penipuan yang halus…Kamu sudah terlalu lama dibelenggu cinta. Kamu kehilangan banyak hal, kehilangan hakmu, kebebasanmu, hanya karena terlalu memuja cinta. Kamu rela berkorban dan menyakiti diri hanya karena terlalu lemah mengikuti cinta. Kamu merelakan segalanya hilang karena godaan cinta. Cinta adalah musuh yang menyamar di rumah hatimu. Ia membiusmu. Apa kau menyangka mereka mencintaimu? Tidak. Mereka bohong. Hati mereka sebenarnya sangat buruk. Mereka menggunakan cinta untuk kepentingan-kepentingan gila diri mereka. Kekasih? Omong kosong. Mereka tak butuh cinta. Mereka hanya merampok apa yang berharga dari diri kamu; harta, misalnya. Jika kamu tak mampu memberi mereka dunia yang mahal, maka kamu akan menyadari betapa cinta ternyata tak pernah ada dalam sejarah manusia. Cinta hanya membodohimu bahwa hubungan dengan orang lain hanyalah semacam bentuk eksploitasi yang panjang. Tak ada cinta, yang ada hanyalah uang dan kekuasaan… ”

Dan yang lainnya mendapat giliran:

“Cinta itu baik. Hidup yang baik lahir dari hubungan yang penuh cinta. Cinta itu baik, yang buruk adalah manusia yang tak mampu memahami dan mengerjakan pesan hakikatnya. Tak heran jika ada orang mengatakan cinta itu kata-kata kosong, toh mereka tak mengisinya dengan perbuatan. Cinta dapat menyelamatkan banyak hal. Belajarlah mencintai dengan melepas banyak kepentingan dan ambisi untuk lebih dicintai. Mencintai lebih penting dari dicintai. Tapi mencintai adalah langkah awal untuk dicintai. Jika kita tulus mencinta, maka dengan sendirinya kita akan mudah dicintai orang. Hubungan baik lahir karena cinta yang baik. Perbuatan baik lahir karena kita menjalani cinta dengan baik. Apa jadinya jika dunia ini kehilangan cinta? Karena cinta mengajari bahwa segala hal dapat berharga dan tak pantas untuk disakiti. Ia mengajari kita bagaimana membahagiakan orang lain. Cinta menuntun kita menjalani hidup dengan baik. Cinta pada makhluk hidup, cinta pada keseluruhan semesta, cinta pada Tuhan, akan menjadikan kita manusia terbaik, akan menjadikan hidup dan dunia ini ruang yang tenang dan menyenangkan. Kacau dunia ini jika tak ada cinta. Pembunuhan, kebencian, penindasan, dendam, kerusakan, kebodohan, ketidakadilan, kejahatan, adalah hal-hal akibat tak adanya cinta. Atau jika persoalanmu ditolak seseorang yang kamu cintai, itu tema sepele. Hal yang lebih penting adalah mencintai kehidupan. Itu akan membuatmu punya harapan yang lebih baik untuk tetap hidup dan tak bunuh diri karena kekecewaan, misalnya. Jika kamu malah kecewa karena ditolak cinta, maka itu artinya kamu masih memahami cinta sebatas kulit luar saja. Seperti juga raga sebagai pembungkus, jiwa dan cinta ternyata lebih penting. Ia inti kehidupan…”

Saya jadi penyimak yang baik. Mereka terus bicara:

“Ah, jangan terlalu berlebihan memuja cinta seperti itu. Orang seumur hidup mencari cinta, tapi tak berjumpa, karena cinta tak pernah ada. Yang ada adalah kesenangan karena hidup tak miskin, banyak uang, isteri cantik, pekerjaan yang memuaskan dan kedudukan. Berterima kasihlah pada uang, bukan cinta. Orang hidup karena uang, bukan cinta. Hidup butuh ongkos, butuh biaya, bukan cinta. Cinta adalah kekuatan? Ah, bohong. Yang ada hanyalah kekuatan yang lahir dari keinginan dan ambisi untuk menang, berhasil, sukses, dapat uang, aktivitas seks yang sempurna, dan kesenangan-kesenangan. Orang berumah tangga karena motivasi seksual, bukan cinta. Manusia itu sebenarnya binatang yang pandai berdusta tentang cinta. Banyak orang cerai karena tidak harmonis disebabkan kegagalan seks. Kalaupun rumah tangga awet, itu karena ada uang. Toh akhirnya pasangan yang tidak terpuaskan secara seksual akan berselingkuh dengan orang lain. Itu artinya seks dan uang lebih masuk akal daripada cinta.

“Ah, jangan terlalu berlebihan membenci cinta. Sudah dikatakan tadi bahwa cinta itu baik, yang tidak baik adalah perilaku manusia. Cinta itu indah, bijaksana, bersih…yang kotor adalah manusia. Cinta tidak pernah punya potensi merusak. Bukankah segala hal akan membahayakan jika berada pada tangan manusia yang tak baik. Itu sebabnya tadi ada istilah cinta kulit luar. Kamu tahu kan maksudku? Cinta kulit luar ibarat pisau yang disalahgunakan. Hakikat cinta itu baik. Ia lahir untuk kebaikan. Tapi jika disalahgunakan, ia akan kehilangan makna. Bukankah sendok dan garpu diciptakan untuk makan, kenapa harus dipakai untuk membunuh? Sebenarnya tak ada orang yang menderita karena cinta jika orang mau memahami dan mengerjakannya dengan baik. Banyak orang punya harta dan kedudukan, tapi ia menderita. Begitupun harta dan kedudukan akan disalahgunakan jika tak disertai cinta. Kita bukan hewan. Kita adalah manusia yang punya cinta. Itulah yang dapat membedakan kita berbeda dengan hewan. Soal rumah tangga, tujuannya bukan seks, tapi harmonisasi. Jika tujuannya seks, tak usah menikah. Bekal rumah tangga adalah cinta. Jika tak ada cinta, seks sekalipun tak akan indah.”

“Menurutku cinta itu tak ada…”

“Menurutku ia ada…”

“Bagaimana menurutmu?”

“Hm…”

“Jangan percaya cinta…”

“Percayalah cinta…”

“Bagaimana?”

“Hm…”

“Cinta adalah candu yang merusak…”

“Cinta bukan candu yang merusak…”

“Jika cinta itu baik, ia hanya sebatas cerita bohong yang dapat menghibur dan menyenangkan, tetapi pembodohan, tak baik bagi perkembangan mental anak-anak, juga orang dewasa…”

“Cinta itu pelajaran. Cinta adalah hikmah, adalah kebenaran. Mencintai orang lain adalah pelajaran berharga. Mencintai hidup adalah pelajaran terpenting. Kita akan hidup lebih baik…”

Malam kian larut. Percakapan terus berlanjut. Tak ada debat kusir. Tak ada pertengkaran. Tak ada teriakan. Tak ada ungkapan-ungkapan emosional. Tak ada egois dan keras kepala. Tak ada sikap-sikap yang merasa paling benar. Begitu sunyi. Malam ini sunyi…

Begitulah, setiap malam, saya terbelah menjadi tiga. Percakapan kami selalu menyenangkan, tetapi berharga. Pesan moral yang selalu saya dapat adalah: belajarlah berdialog dengan diri sendiri, sebelum berdialog dengan orang lain…

Lha, lantas apakah cinta itu ada atau hanya kebohongan?
0

hanya dengan diam

dalam diam aku menangis
dalam diam aku tertawa
dalam diam aku tersenyum
dalam diam aku marah

hanya dalam diam aku bisa mengungkapkan perasaan ku

wahai seseorang adam yang berada di sana...
mau kah kau dengarkan isi hatiku yang selalu bergema ini...
mendengarkan perasaan syahdu penuh cinta

kau adam,,,,pernah kah merasakan indahnya cinta pada seorang hawa?
cinta yang mengalir indah pada denut nadi, detak jantung bahkan kepada hembusan napas tiap detikmu,,,

ku tahu,,hidup ini memang butuh cinta...
karena hidup tanpa cinta bagaikan kita berada di dalam tempat gelap tanpa cahaya
namun.....
ketika cinta menyapa...
kita akan terasa bingung, takut, bahkan tidak mengerti apa yang harus ku lakukan...
selain hanyalah DIAM

dalam diam aku mencintaimu
dalam dia aku menyangimu
dalam diam aku merindukanmu
dalam diam aku cemburu
dalam diam merana
DAN
dalam diam aku ingin memilimu...

hanya dengan diam aku bisa melakukan semuanya
tanpa perlu kau tahu dan tanpa perlu kau mengerti
karna dengan diam aku bisa tenang....
walaupun sedikitnya aku harus menderita

cinta adalah fitrah..
cinta adalah anugerah
dan cinta adalah kehidupan
bahkan cinta adalah cahaya

biarkan perasaan ini terus ada
untuk mu wahai adam
dan biarkan aku terus memendamnya...
sampai batas waktu akan tiba

biarkan hanya Sang Pemilik Hati yang tau,,,
dan biarkan Dia yang mengantarkan cinta ini kepada dirimu

wahai adam..jika kau lelah menunggu...
pergilah untuk mencari hawa yang lain...
yang akan mengantarkan mu kepada surgaNya

NAMUN....

jika kau mau tetap menunggu....
tunggulah diriku.....
jagalah cinta itu....
hingga akhirnya kita akan di pertemukan dalam ikatan yang lebih suci..

wahai adam......
cintai aku dengan diam..
cinta aku karnaNya...
cintai  aku untuk mendapatkan ridhoNya

biarkan kita lakukan ini dengan diam...
tanpa ada ucapan...
tanpa ada berkata...
karna...dengan diam,
AKU BISA MENCINTAIMU DENGAN CINTA YANG SUCI
0

Cintai Ia dengan Diam

Duhai gadis, 
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Ingin kah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.. 
Maka dengarlah..

Gadis, Saat ku jatuh cinta. 
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata.. 
Namun ku hanya akan diam..
2

di jodohin? ogah ah


” Rina..” aku mendengar Bunda memanggilku dari luar. Aku yang masih didalam kamar segera menyambar jilbab yang ada di kursi didekat meja belajarku.
” Iya Bunda ” aku melongok keluar setelah membuka pintu. Bunda sudah ada didepan pintu sambil tersenyum.
” Ada tamu didepan, tolong ditemuin ya Nak ”
” Siapa Bunda ? ”
” Temennya Ayah ”
Aku pun segera menemui Ayah.
” Sini Nak ” Ayahku menyuruh untuk duduk disebelahnya.
Aku menatap orang-orang yang ada dihadapan Ayah, sepertinya satu keluarga besar. Terdiri dari 4 orang. 2 laki-laki dan 2 perempuan. Aku menerkanya mereka adalah ayah, ibu dan 2 orang anak, laki-laki dan wanita. Tapi tatapanku seakan berhenti ketika menatap sesosok makhluk laki-laki yang sebaya denganku. Kami saling memandang, namun segera kami pun menunduk.
0

Kenapa Harus Wanita Shalihah?


Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Senin, 23 April 2012

aku

sekilas kisah hidup qu aqu terlahir dari keluarga yang di pandang baik oleh orang" mungkin karna seluk beluknya , keluarga qu pun ikutan baik ..
   aq muthia khairunnisa yang terlahir sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara dan semua kakak" qu wanita , dari kecil aq terobsesi ingin punya adik yaa py gmna allah uddh nakdirin aq jadi anak bungsu xixixi sedihnya ..
bisa di bilang masa" kecil qu hanya seorang diri tak pernah qu temukan sosok kakak dalam hidup qu kemana mereka sejak aqu lahir mereka hidup sama urusan mereka masing" kak juju yang kini sudah menikah dan ninggalin aqu di masa kecil qu,
kak tuti yang pesantren daan so pasty ketemu nya jarang kakak ade yang aktifitas nya bejibuun di sekolah nya itu membuat saya merasa sendiri dan tanpa kasih sayang seorang kakak,,
   singkat cerita di kelas 3 mi  aqu mulai mencari kegiatan boseen dong sendiri teruus aq ikut kegiatan mengaji bareng teman" qu ini dia si rini isna ayu tari

jangan cengeng

JADI AKHWAT JANGAN CENGENG
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dikasih amanah malah melarikan diri..
Diajak syuro bilang ada ijin syar’i..
Afwan ane ada agenda syar’i.. Afwan lagi nguleg sambel trasi..
Disuruh ikut aksi, malah pergi naik taksi..
Sambil lambai-lambai, bilang dadaaah…yuk mari…..
Terus dakwah gimana? Diakhiri???
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sekilas gayanya sih haroki berlagak Izzis..
Tapi hati kok Seismic? Sungguh ironis…
Mendayu-dayu kaya’ film romantis..
Kesehariannya malah jadi narsis..
Jauh dari kamera jadi dikira ge eksis..
Hati-hati kalo ditolak, bikin dramatis..
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Dikit-dikit SMS ikhwan dengan alasan dapet gratisan
Rencana awal cuma kasih info kajian
Lama-lama nanya kabar harian.. wah, investigasi beneran!
Bisa-bisa dikira pacaran!
Sampai kepikiran dijadikan pasangan…
Ga’ usah ngaco-ngaco gitu deh kawan!

Jadi Akhwat jangan cengeng…
Abis nonton film palestina semangat empat lima..
Eh pas disuruh jadi coach, pergi lenyap kemana??
Semangat jadi pendukung luar biasa..
Tapi nggak siap jadi yang pelakunya.. yang diartikan sama dengan nelangsa..
Yah…bikin kecewa…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet berduaan..
Eh, awas lho yang ketiga setan…
Trus, dikit-dikit aleman minta dibeliin jajan..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma pandang-pandangan tapi bermesraan..
Wah, kaya’ film india aja gan!
Kalo ketemu Musyrifah atau binaan?
Mau taruh di mana tuh muka yang kemerah-merahan?
Oh malunya sama Musyrifah atau binaan?
Sama Allah? Buang aja ke lautan..
Yang penting mah bisa sayang-sayangan…
Na’udzubillah tenan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Sedekah dikira buang duit. .
Katanya sih biar ngirit, tapi kok shoping tiap menit??
Langsung sengit kalo dibilang pelit…
Mendingan buat dzikir komat-kamit…
Malah keluar kata-kata nyelekit…
Aduh…bikin hati sodaranya sakit…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Tapi buat berburu ikhwan yang wah gitu dah ..
Pujaan dapet, terus walimah..
Dakwah pun say goodbye dadaaah..
Dakwah yang dulu benar-benar ditinggalkah?
Dakwah kawin lari.. karena kebelet nikah..
Duh duh… amanah..amanah…
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama ikhwan yang wah..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto ikhwan..
Dicari yang jenggotan..
Kalo udah dapet trus telpon-telponan..
Tebar pesona akhwat padahal tampang pas-pasan..
“Assalammu’alaykum akhi, salam ukhuwah.. udah kerja? Suka bakwan?”
Disambut baik sama akhi, mulai berpikir untuk dikasih bakwan ..
Ikhwannya meng-iya-kan..
Mau-mau aja dibeliin bakwan..
Asik, ngirit uang kost dan uang makan…
Langsung deh siapin acara buat walimahan!
Prinsipnya yang dulu dikemanakan???
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ilmu cuma sedikit ajah..
Udah mengatai Ustadzah..
Nyadar diri woi lu tuh cuma kelas bawah..
Baca qur’an tajwid masih salah-salah..
Lho kok udah berani nuduh ustadzah..
Semoga tuh cepet-cepet dikasih hidayah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Status facebook tiap menit beda..
Isinya tentang curahan hatinya..
Nunjukkin diri kalau lagi sengsara..
Minta komen buat dikuatin biar ga’ nambah nelangsa..
Duh duh.. status kok bikin putus asa..
Dikemanakan materi yang dikasih ustadzah baru saja?
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat akhwat-akhwat yang lain deket banget sama ikhwan, jadi pengen ikutan..
Hidup jadi suram seperti di padang gersang yang penuh godaan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut pusing beneran…
Oh kasihan.. Mendingan jerawatan…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak artis metropolitan..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi kelam tak berbintang bahkan diguyur hujan..
Mau jadi putih nggak kuat untuk bertahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan caci makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi artis metropolitan..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segunung…
Kalo disuruh shopping tancap gas langsung…
Hatipun tetap cerah walaupun mendung
Maklum banyak ikhwan sliweran yang bikin berdetak cepat nih jantung..
Kalo pas tilawah malah terkatung-katung…
Duh.. bingung…bingung…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Bangga disebut akhwat.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering gosip ngomongin sesamalah…
Wah… wah… ghibah… ghibah…
Eh, malah timbul fitnah…
Segera ber-istighfar lah…
Jadi Akhwat jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhinya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Nggak punya duit Halaqah males datang..
Nggak ada motor yaa…misi halaqah dibuang…
Musyrifah ikhlas, hati malah senang…
Binaan juga nggak ada satupun yang mau datang..
Jenguk binaan malah pada pergi malang melintang…
Oh…kasiyan… Mau ngapain sekarang???
Oh noo…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Jadi Akhwat jangan cengeng…
Ukhti… banyak sekali sebenarnya masalah Akhwat..
Dimanapun harokahnya.. .
Ukhti.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Akhwat lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Ukhti.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya.. Akhwat-akhwat lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan dua kekecewaan.. . karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Ukhti.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan.. sebenarnya, banyak akhwat di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Ukhti.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran.. diteror.. ancaman pembunuhan.. … dakwah ini berat ukhti.. dakwah ini bukan sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan.. . tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Ukhti.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama. ..?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu.. . Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”

http://artikelremajaislami.blogspot.com/

Jadi ikhwan jangan cengeng

JADI IKHWAN JANGAN CENGENG
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikasih amanah pura-pura batuk..
Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..
Afwan ane sakit..
Afwan PR ane numpuk..
Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..
Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk.. Terus dakwah gimana? digebuk?  Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit dengerin lagunya edcoustic..
udah gitu yang nantikanku di batas waktu, bikin nyelekit..
Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..
Kesehariannya malah jadi genit..
Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..
Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..
Rencana awal cuma kirim Tausyiah..
Lama-lama nanya kabar ruhiyah..
sampe kabar orang rumah..
Terselip mikir rencana walimah?
Tapi nggak berani karena terlalu wah!
Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!

Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Abis nonton film palestina semangat membara..
Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..
Semangat jadi penontonnya luar biasa..
Tapi nggak siap jadi pemainnya..
yang diartikan sama dengan hidup sengsara..
Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngumpet-ngumpet buat pacaran..
Ketemuan di mol yang banyak taman..
Emang sih nggak pegangan tangan..
Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..
Oh romantisnya, dunia pun heran..
Kalo ketemu Murabbi atau binaan..
Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?
Oh malunya sama Murabbi atau binaan?
Sama Allah? Nggak kepikiran..
Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Disuruh infaq cengar-cengir. .
Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..
Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..
Suruh tenang dan berdzikir..
Malah tangan yang ketar-ketir. .
Leher saudaranya mau dipelintir!
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..
Malah nyari Aminah..
Aminah dapet, terus Walimah..
Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..
Dakwah yang dulu kemanakah?
Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..
Duh duh… Amanah Aminah..
Dakwah.. dakwah..
Kalah sama Aminah..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Buka facebook liatin foto akhwat..
Dicari yang mengkilat..
Kalo udah dapet ya tinggal sikat..
Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..
“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”
Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..
Akhwatnya terpikat..
Mau juga ditraktir secara cepat..
Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…
yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!
Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..
badan goyang-goyang kayak ulat..
Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..
Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..
Zina pun menjadi hal yang nikmat..
Udah pasti dapet laknat..
Duh.. maksiat.. maksiat..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ilmu nggak seberapa hebat..
Udah mengatai Ustadz..
Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..
Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..
Lho kok udah berani nuduh ustadz..
Semoga tuh otaknya dikasih sehat..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Status facebook tiap menit ganti..
Isinya tentang isi hati..
Buka-bukaan ngincer si wati..
Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..
Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..
Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..
Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..
Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..
Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..
Kepala cenat-cenut kebingungan. .
Oh kasihan.. Mendingan cacingan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..
Makin bingung nyari teladan..
Teladannya bukan lagi idaman..
Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..
Mau jadi putih nggak kuat nahan..
Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..
Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..
Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Diajakain dauroh alasannya segudang..
Semangat cuma pas diajak ke warung padang..
Atau maen game bola sampe begadang..
Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..
Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..
Duh.. berdendang..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..
Hidup sekarang jadinya agak mewah..
Hidup mewah emang sah..
Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Dulunya di dakwah banyak amanah..
Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..
Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..
Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..
Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..
Anak baru dipandang dengan mata sebelah..
Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..
Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..
Lanjutin perjuangan saya yah..
Jadi Ikhwan jangan cengeng..
Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..
Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..
Murabbi ikhlas dibikin melongo..
Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..
Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..
Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..
Oh noo…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Jadi Ikhwan jangan cengeng…
Akhi…
Banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..
Dimanapun harokahnya…
Akhi..
Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..
Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka mengendarai motor..
Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm…
Ia menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..
Akhi..
Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya..
Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa darimu..
Mereka menahan dua kekecewaan..
Kecewa karena orang yang mereka percaya..
dan kecewa karena tidak diperhatikan lagi olehmu..
tapi mereka tetap bertahan..
menahan dua kekecewaan…
karena mereka sadar..
kekecewaan adalah hal yang manusiawi..
tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..
Akhi..
disaat engkau menjauh dari amanah..
dengan berbagai alasan..
sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan masuk akal berkali-kali lipat darimu..
tapi mereka sadar akan tujuan hidup..
mereka memang punya alasan..
tapi mereka tidak beralasan dalam jalan dakwah..
untuk Allah.. demi Allah..
mereka.. di saat lelah yang sangat..
masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk tahajjud..
bukan untuk meminta sesuatu..
tapi mereka menangis.. curhat ke Allah..
berharap Allah meringankan amanah mereka..
mengisi perut mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…
Akhi..
Sungguh..
dakwah ini jalan yang berat..
jalan yang terjal..
Rasul berdakwah hingga giginya patah..
dilempari batu..
dilempari kotoran..
diteror.. ancaman pembunuhan…..
dakwah ini berat akhi..
dakwah ini bukan sebatas teori..
tapi pengalaman dan pengamalan…
tak ada kata-kata ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi..
yang ada ‘jadilah!’ lalu kau bergerak untuk menjadikannya..
maka hal itu akan terjadi..
itulah dakwah…
ilmu yang kau jadikan ia menjadi…
Akhi..
jika saudaramu selalu menangis tiap hari..
Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..?
meminjam bahumu..?
berkumpul dan berjuang bersama-sama…?
Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya..
untuk berterima kasih padamu..
Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..
“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku.. demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”
“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”
“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak pernah pudar.”
“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”
“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong. Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”
Aamiin Allahumma aamiin
Dikutip dari tausiyah seorang sahabat…
http://artikelremajaislami.blogspot.com/

maknai hati dengan hati-hati

terkadang ada hal-hal yang tak bisa dimaknai oleh hati.
mungkin karena hati ini sudah terlalu menjadi batu.
jika mengulang hari sudah tak mungkin dilakukan.
mengapa tidak boleh saya mensyukuri yang sudah terjadi?
atau mungkin menyesalinya?
dan kamu perlu tau.
terkadang ada hal-hal yang masih bisa dimaknai oleh hati.
setidaknya masih ada hati yang terluka dan tersakiti.
setidaknya masih terdapat kelembutan hati disana.
walau sedikit banyak ia telah ternodai.
tapi ia masih bisa bangkit.
duhai hati,
setidaknya harapan untuk berubah itu masih ada.
selagi masih diberi waktu untuk hidup.
selama nafas belum dihentikan , oleh sang Maha Pencipta.

sahabt yang baik

Aku sering kali tak habis pikir, cara apa lagi yang harus ku lakukan untuk bisa sedikitnya menggeser mindset Aliza dalam menyikapi pola hidupnya yang penuh dengan Hedonisme itu. Memang bukan sepenuhnya salahnya, dia memang terlahir dilingkungan keluarga yang bertata cara hidup mewah dan serba mudah mendapatkan segala cara yang diimpikan. Namun, apalah upaya yang mampu ku jibaku lagi padanya sebagai seorang sahabat baiknya sedari kecil? Hhhfff.. Monodiskusi seperti ini kadang menyita energiku.
“Izma.. Kamu lagi banyak tugas nggak? Temenin aku yuuk ke Maxi Mall, kemarin aku liat Scarf en Hot coat model baru disana.. Aku juga udah lama nggak beli Heels nih, sebel deh kalo kemana-mana pasti yang dikomentarin anak-anak Heels mulu!” Suaranya memutus monodiskusiku via telepon. Dengan penuh ghirah dia mengutarakan keinginannya padaku, yang seperti biasa, sulit berkata tidak padanya.
“Emmhh.. sebetulnya aku lagi ada tugas Liz, Gimana kalo..”
“Duuuh Iiz, kebiasaan deh kamu suka susah dulu minta waktunya. Aku janji, cuma sebentar kok. Setelah aku dapat apa yang aku cari, kita langsung pulang.. Nanti aku bantu kerjakan tugasmu juga seperti biasa. Kemarin aku juga lihat shawl lucu warna peach gitu dan aku ingat kamu punya baju warna itu. Aku jemput ya, aku udah dipertigaan sebelah rumahmu nih, hihiihiii..” selorohnya tanpa pause, dengan santai dan seperti biasa ia sudah hafal dengan berbagai alasanku, maka itu ia seringkali tak bilang jika sudah berada dekat rumahku.
“ok, aku siap-siap dulu deh ya..”
Di dalam mobil, riuh gaya bicaranya seperti biasa seakan meramaikan perjalanan kami. Berbagai hal kami bahas, namun jika arah pembicaraan kami sudah mulai mendekati Ghibah aku berusaha mengalihkan pembicaraan. Untungnya Aliz memang gampang terbawa alur pembicaraanku, itulah yang membuatku bertahan bertahun-tahun dengannya. Dia pula sahabatku yang jujur, yang berani mengatakan TIDAK! bila aku keliru, dan dia selalu menuntutku yang sama. Aliz, menurutku hanya terjebak pada situasi yang sebetulnya sulit untuk ia sadari, aku tahu bahwa sahabatku nan cantik itu adalah sosok yang mulia. Ia gemar menyantuni para Yatim dan Dhuafa, ia pun anti berpacaran, dan kerap sangat peduli dengan lingkungan sekitarnya. Aliz pun jarang sekali marah, ia selalu berusaha menghilangkan emosinya dengan cara apapun yang membuat mood nya cepat kembali baik, tanpa merugikan siapapun. Aliz yang jenaka dan periang selalu membuatku nyaman, terlebih jika aku sedang dilanda mood yang tak beraturan, karena  orang-orang pun memang menilaiku lebih sensitif ketimbang Aliz.
“Liz, seingetku kamu baru restock barang-barangmu minggu lalu deh. Kamu kan habis beli Scarf 3 dengan model yang Asoy punya, udah gitu pake belikan aku segala lagi, hhfffhh..” ungkapku,
“Iya dear,, i knew it. But, hehee.. u know lah! Lagian aku beliin kamu itu udah jadi kewajiban kale, wong aku yang minta jatah waktumu kan :p ” ucapnya dengan gaya cueknya seperti biasa.
“Iih kamu tuh ya, aku nggak kebayang jadi apa lemari shawl mu itu. Namanya aja udah LEMARI, berarti udah bisa buat jualan juga tuh, hmm.. ckckckk ?!@##$^*&!? Inget loh Liz, jangan…”
“Jangan Berlebihan…! Aku selalu inget kok Izmaa, makasih sahabatku tersayang, sudah ingatkan lagi. Kalau aku sudah nggak pakai lagi, aku juga nggak akan biarkan semua menumpuk di lemari shawl ku” ungkapnya sembari tersenyum ceria.
Sampailah kami di salah satu Mall terbesar di Ibukota, seperti biasanya.. Aku hanya akan mengangguk dan menggeleng jika Aliz meminta pendapatku. Kemudian ia pun tak akan lupa membelikanku, sebagai ungkapan terima kasihnya. Sejujurnya, aku senang melihatnya bahagia, namun terkadang ada hal yang menggelitik di bilik hatiku yang lain. Rasanya tidak enak dan kurang nyaman, aku merasa sahabatku ini terlalu berlebih dalam urusan Fashion dan Shoping, bukan berarti aku tidak menyukai hal itu. Itu penting bagi Syiar juga kepada umat di jaman minimalis kini. Aku pun senang memadu padankan pakaian-pakaianku, dan sangat tidak nyaman jika pakaianku terkesan asal, apalagi seorang Muslimah yang baik harus senantiasa berpenampilan bersih, rapi dan tentu saja sesuai syar’i. Tetapi pemandangan ini kadang menggangguku, melihat Aliza kebingungan mencari-cari model terbaik, menyaksikannya terbuai dalam keindahan duniawi ini.
Kemudian lantas saja pikiranku menerawang, pada beberapa masjid cantik yang sepertinya asyik untuk kita sambangi dan melakukan ibadah-ibadah penuh kehangatan bersama Aliza. Ya! Aku harus berupaya membujuknya, untuk mau terpikir kesana. Aku tahu ia tak sulit untuk aku rayu, semoga saja ada secercah perubahan yang kuharap ikhlas muncul dari dirinya, tanpa keterpaksaan walaupun belum dihiasi kesadaran yang lengkap dari Nawaitu dirinya.
“Aliz sayang.. kamu masih lama? tadi kan kamu janji nggak akan lama milih-milih.” ucapku sedikit manyun,
“Hihiihii, iyah.. iyah.. ini aku sudah mau ke Cashier kok. I’m sorry for being a lilttle lying to you. Eh kamu udah lihat kan Shawl yang aku bilang tadi, cantik kali kan?”
“iyah.. syukran ya Ukh Jamilatii, semua yang kamu pilihkan memang tak pernah salah, selalu tepat sasaran. That’s why i’m your soulmate, hehehe..” nadaku sedikit meledek,
“afwan ukh habibatii.. with my pleasure my dearest Soulmate. I’m hungry aniway, kita mampir sebentar isi perut ya. Eh tapi kita sholat dulu deh sebentar, ok ?”
“yea sure honey..”
Selesai sholat ashar, lega sekali rasanya. Aku bersyukur dengan keadaan yang ku punya saat ini, aku memiliki sahabat yang insyaAllah sudah bisa kuterima baik kelebihan maupun kekurangannya. Begitu pun ia, aku merasa Aliz sangat bisa menerima kelemahanku, bahkan seringkali ia menutupi dan melengkapinya. Maka itu, kami tidak pernah merasa kesepian. Apalagi jika harus berpacaran dengan laki-laki atau Ikhwan umumnya seperti para muslimah saat ini. Pernah ada beberapa Ikhwan mendekatiku begitu pun Aliza, namun karena aku juga merasa Allah menyayangi kami berdua (Aku dan Aliza) maka mental lah ikhwan atau para lelaki itu, kami sadar bahwa Allah tak suka, DIA akan cemburu dengan sangat. Maka Allah karuniakan kami nikmat persahabatan seperti ini.
“Emmhh kamu lagi pingin makan apa Liz?” tanyaku,
“Aku lagi pingiinn banget Ramen Iz, kita ke Oishi aja yuk! Di situ kan lagi ada discount..” jelasnya penuh semangat,
“Aduh Aliza.. Oishi itu muahaalll sekalee! Aku nggak mau ah, aku sengaja cuma bawa uang untuk makan di Bakmi GM :P
“Oh come ooon Izmaa.. Pake Credit Cardku lagi Discount Up to 75% !!!” seperti biasa,, bujuknya seringkali tak mempan untukku karena memang aku terkenal kritis dan tak mudah terpengaruh jika sudah dalam prinsipku,
“Aliza sayang.. kamu lupa ya? aku kan anti Credit card! Emang sih aku terlihat pelit, bawa uang aja cuma buat beli Mie Ayam. Tapi aku begitu bukan untuk menyesatkan, aku nggak mau kamu Depending sama Credit Card mu itu. Kita makan di Bakmi GM aja ya? Nanti kalo Credit Cardmu safety, Abib sama Umi mu pasti akan bangga punya anak seperti kamu. Uang cash mu yang sebetulnya masih banyak di dompetmu itu juga masih bisa kamu tabung untuk beli shawl, scarf atau Wedges yang kamu mau next time. Ya kan?” begitulah aku harus detail memberinya pengertian, agar dia langsung merunut seperti yang kuharap, hehehe..
“…” dengan wajah manyun nya Aliz hanya terdiam,
“kenapa? basi ya? hihihhiii, sudahlaah.. kapan-kapan aku yang traktir Oishi ya kalau komisi ku cair, insyaAllah nggak lama lagi kok.” sembari menariknya memasuki Bakmi GM resto, aku tak henti meyakininya. Aku tahu ia sedikit Bete, walaupun ia tahu bahwa apa yang aku lakukan karena aku sayang padanya. Inilah yang terkadang sulit kami hindari untuk berdebat, salah satu kelemahannya adalah ia sedikit anti pati dengan makanan-makanan atau resto yang kurang classy alasannya karena pencernaannya sensitif, dan lain-lain. Ya. Aliza agak rewel soal makanan, karena terbiasa makan makanan mewah dirumahnya.
“Sudah dunk Liz,, jangan cemberut terus.. Kan aku sudah janji akan traktir kamu di Oishi kalau Honor naskah ku sudah cair. Masak sih kamu masih ngambek juga.”
“bener yaa.. nanti aku tagih kalau honor mu udah cair :P
“Swear! InshaAllah… ;)
“eh iya Liz, aku sepertinya mau mulai ikut kajian bedah Quran – tadabbur di Al-Azhar deh jumat besok. Rasanya sepertinya nikmat saja kalau kita paham apa yang kita selalu baca di Quran.”
“aku juga mau dooonk…! Kadang pulang kuliah aku bete nggak ngapa-ngapain, tesisku juga udah hampir selesai. Aku ikut ya darl..!”
“Alhamdulillah iya pasti doonk, aku seneng banget kamu mau ikut. Kadang ba’da dzuhur dan asharnya juga suka ada kajian Tazkiyatun Nafs lho, seru banget! Aku pernah ikutan sekali, mendadak waktu itu pulang dari kantor cuma kasih naskah, masih siang jadi aku mampir deh..”
“Oh ya? waah aku jadi penasaran.. Oke-oke, pokoknya kamu siap-siap aku buntutin yaah, hahaha..” ucapnya ceria lagi, membuatku lega tak terkira. Ternyata tepat sasaran! Aliz memang mudah ku pengaruhi, untungnya aku mempengaruhi untuk kebaikan, hihihii..
Tak terasa hari sudah cukup malam, jam 6 pun terlihat di jam tangan kami masing-masing, tanda dekat maghrib. Kami asyik berdiskusi, sehingga tak terasa waktu telah meyapa manis, mengajak kami menghadap Rabb Sang Khalik. :)
Usai sholat Maghrib, kami pun beranjak meninggalkan mall. Kemudian kembali kami terlibat perbincangan menarik lagi..
“Liz, kamu ingat nggak sih ada Ikhwan yang sempet membahas Kitab Al-Hikam sama kita..?”
“Oh iya dong, jelas aku ingat! Yang ganteng itu kan, sosok ideal banget deh! Kenapa Iz? Kamu naksir ya?”
“Yeee.. nggak gitu. Kalo naksir sih aku yakin semua Akhwat gampang naksir sama dia, cuma yang mau aku bicarain ini adalah ternyata, dia itu Dai muda di Dubai yang sukses dan ternyata masih ada hubungan keluarga denganku. Emmh, tepatnya dia sepupuku.” ungkapku dengan raut heran. Karena memang mengherankan, lelaki Famous yang sedang In Trending Topic setiap Akhwat di Ibukota tak ketinggalan juga aku ternyata adalah saudara sepupuku sendiri. Bangga sih, tapi kandas sudah harapanku.. hihihii :D
“Whattttt…????? Kamu lagi ngayal ya Iz? Jangan mentang-mentang kamu ngefans sama tuh anak, terus kamu jadi mulai senewen gini! Bisa-bisa aku yang jadi Gila nih kalo berita itu bener. Aku akan teror kamu untuk bisa comblangin aku sama dia itu! Hahahaa.. Jangan kelewatan kalo ngarang cerita Izma sayang…”
“Lho?! Kamu heran ya? Sama donk! Aku juga masih terheran-heran nih. Kok bisa  ya?!@$#$?/ Umi cerita sama aku tanpa beban gitu, ya secara Umi nggak ngerti juga sih perkembangan yang lagi In sekarang di kalangan muda-mudi. Tapi lucu aja gitu, aku sampe di omelin Umi karena berkali-kali make sure nggak ada capeknya, hehehe..” ungkapku menimpali keterkejutan Aliz.
Tiba-tiba.. terdengar suara mobil berdecit. Ya! Mobil kami rem mendadak, karena Aliza benar-benar terkejut akan berita ini. Pasalnya pun memang ia sering kali membicarakan Zameer, begitu lah sepupuku itu di panggil. Zameer memang tak hanya nge-trend di ibukota, tapi di Dubai pun beberapa wanita cantik muda pun tua telah gagal meminangnya (baca : meminta untuk di nikahi dengan menanggung Mahar nya sendiri, atau sekecil-kecilnya mahar dari Zameer). MashaAllah, sudah jadi sepupunya saja aku sudah sangat bangga, apalagi jadi istrinya, Astaghfirullah jadi berandai-andai seperti ini.
“Hey Liz, kamu kenapa? kamu tuh bikin kaget banget tahu nggak!”
“Eh kamu serius nggak bercanda Iz?”
“Kamu lihat aja mataku, mataku mudah terbaca kan kalo lagi ngibul.. Kamu kan udah hafal :P ” ledekku sembari meyakininya,
“Alhamdulillah wa Syukrillah.. Terima kasih ya Rabb, Engkau telah memberiku kesempatan Emas seperti ini. Izma sayang, aku…”
“Eitss.. aku udah tahu kamu mau ngomong apa. Tidak la yaauuu..!”
“Iiih… kamu jahat banget Iiizzz, plisss..”
“Ya ampuunnn Aliz sayang,, kalau kamu terlalu mengemis seperti ini kamu nggak akan dapet manfaatnya. Pertama, Zameer pasti Ilfil sekali sama kamu. Dan… aku juga Ilfil! wwkkwkw, yang terakhir Allah pasti akan cemburu sama kamu hingga berakibat kamu justru bisa dijauhi dari Zameer! Aliza sayang, kamu perlu ingat kamu cantik, sholiha, baik dan segudang image baik tentang kamu. Semua teman-teman juga tahu itu. Jangan sampai ini jadi Bumerang untuk Aura cantik mu itu. NO WAY!
“Iya, tapi…”
Ketika ia ingin melakukan penangkisan, refleks mataku tertuju kepada dua orang Pemulung berpakaian seadanya dan usang, sangat tak layak. Ukuran tubuh atau berat badannya pun sungguh memprihatinkan. Kedua pemulung itu asyik duduk tenang menikmati Mie ayam yang terbungkus Stereoform dan aku teringat beberapa jam lalu yang telah kami lewati.
“Ups..! Eit sebentar Liz maaf aku potong.. Coba kamu perhatikan dua orang itu.”
“Kenapa? mereka pemulung yang lagi makan itu kan?”
“Iya. Kamu sadar nggak apa yang mereka makan?”
……
Kami terdiam cukup lama, hingga akhirnya Aliza merunduk kepalanya sengaja ia sandarkan ke setir kemudi.
“Astaghfirullah, ternyata makanan kita sama dengan Pemulung itu. Aku begitu angkuh ya Iz, terlalu pilah-pilih dengan makanan bahkan sudah bisa dibilang berlebihan. Padahal dengan makan seperti tadi, aku bisa sedikitnya merasakan kenikmatan sebagaimana mereka. Ya Allah… aku sungguh beruntung..”
“Iya Liz, kita beruntung masih diberi anugerah kepekaan terhadap sesama, sekali pun kita mampu dalam beberapa hal yang kita mau. Tapi kamu berasa kan bagaimana Kasih Sayang Allah sama kita?”
“Iya Iz, Syukran Katsiran nggak pernah bosan ingatkan aku. Aku bangga punya sahabat seperti kamu..”
“Afwan habibatii, aku juga bangga sekali punya sahabat yang penuh pengertian seperti kamu. Kalo begitu, baiklah.. Aku akan bantu kamu dengan Zameer..”
“Apa?? Yang benar kamu Iz?”
“Iya aku bantu doa pastinya…. Hahahahaa!”
Aliza manyun dan kami terlena tawa dalam melanjutkan kembali perjalanan kami yang tertunda. Sahabat, semoga kita tergolong orang-orang yang pandai bersyukur dan mudah mengambil Ibroh dari segala kejadian-kejadian baik besar maupun kecil.
note: Tokoh – Kejadian – Latar adalah karangan belaka, jika ada persamaan tak lain faktor ketidak sengajaan.

Kamis, 19 April 2012

sahabat

kamis 19 april 2012

Sahabat Sejati


Ciri-Ciri Sahabat 
Sejati Menurut Imam al-Ghazali :
  1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu;
  2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu;
  3. Jika engkau memerlukan pertolongn darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya;
  4. Jika engkau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik;
  5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu;
  6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya;
  7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh;
  8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi;
  9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu;
  10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu;
  11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu;
  12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.  

sahabat yang menghilang

Sahabat..
Apa yang membuatmu pergi?
Apa yang membuatmu menjauh?
Adakah kesalahanku yang tak bisa kau maafkan?
Atau.. karena mereka??
Sahabat..
Aku merindukan masa-masa itu
Masa dimana kita tertawa bersama
Masa dimana kita saling bercerita
Masa dimana kita saling berbagi
Sahabat..
Apa kini aku harus benar-benar kehilanganmu?
Apa kita harus memutuskan persahabatan kita selama tiga tahun lebih?
Apa harus…??
Aku tak mau sahabat,
Aku ingin tetap bersamamu
Sahabat..
Aku mohon kembali
Jangan diamkan aku seperti ini
Jelaskan padaku apa salahku?
Aku ingin kita bersama lagi
Sahabatku..