Kamis, 24 Mei 2012

MEMAKAN BANGKAI SAUDARA SENDIRI

Category: ZONA ISLAM

GHIBAH DAN BAHAYANYA

Ghibah artinya membicarakan keburukan atau aib saudaramu ketika ia tidak ada di sisimu. Allah Subhanahu Wata’alatelah melarang ghibah dan menyerupakannya dengan suatu perumpamaan yang sangat buruk,
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman : “Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah” (QS. al-Hujurat [49]:12).
Mengghibah seseorang bisa berlaku pada bebarapa hal yaitu: kekurangannya yang bersifat fisik, nasab atau asal-usulnya yang kurang terhormat, akhlaknya yang kurang baik, agamanya yang kurang sempurna, pakaiannya yang kurang bagus, anaknya, istrinya atau suaminya, pembantunya atau hal ihwal keduniaannya, dan lain-lain. Kesimpulannya, apa saja yang bisa dipahami bahwa itu adalah celaan kepada seorang Muslim, maka itu termasuk ghibah yang diharamkan, baik dengan ucapan, isyarat, menirukan gerak-gerik orang yang dighibah dan lain-lain.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Tahukah apa ghibah itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu,” Beliau bersabda, “Ghibah adalah engkau menyebutkan tentang saudaramu apa yang ia tidak suka (untuk disebutkan)!”. Seseorang berkata, ”Bagaimana jika pada saudaraku memang ada apa yang aku katakan itu, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Jika pada saudaramu memang ada apa yang dikatakan itu, maka sungguh engkau telah mengghibahnya, dan jika pada saudaramu itu tidak ada apa yang engkau katakan itu, maka sungguh engkau telah menuduhnya.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).
Ketauhilah saudaraku…. Ghibah adalah dosa besar yang banyak menyebar di tengah masyarakat dan sedikit sekali orang yang selamat darinya. Mendengarkan omongan ghibah juga berdosa kecuali jika ia segera mengingkari perbuatan ghibah tersebut dengan lisannya dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya. Jika ia dapat meninggalkan majelis tersebut atau memotong omongan ghibah dengan pembicaraan yang lain, maka hal itu wajib dilakukan.
Ancaman Bagi Orang yang Berbuat Ghibah:
1. Aisyah Radiyallahu ‘anha berkata, “Aku pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, “Cukuplah bagimu dari Shofiah itu (salah seorang istri beliau) begini dan begitu (kekurangannya).” Sebagian perawi hadits berkata yaitu pendek orangnya, maka beliau bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat yang seandainya dicampur dengan air lautan niscaya akan mencampurinya.” (maksudnya membuat air laut tersebut berubah rasa atau warnanya karena buruk dan busuknya ucapan tersebut). (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, beliau berkata: “hasan shohih). Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata, “Ini adalah hadits yang paling keras dalam melarang ghibah sepengetahuan saya.”
2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Ketika dimi’rajkan Saya melewati satu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka dengan kuku-kuku tersebut, lalu aku berkata, “Siapakah mereka itu wahai Jibril?” Ia berkata, “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia (berbuat ghibah) dan mencemarkan kehormatan manusia.“ (HR. Abu Dawud dan Ahmad, hadits hasan).
3. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar adalah mencemarkan kehormatan seorang Muslim tanpa alasan yang hak.” (HR. Abu Dawud, hadits hasan).
Saudaraku… jika riba adalah dosa besar yang diancam akan diperangi pelakunya oleh Allah Subhanahu wata’ala dan Rosul-Nya, maka bagaimana halnya dengan suatu dosa yang lebih berat daripada riba ?!
Pengarahan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam Tentang Hubungan Sesama Muslim:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, ia tidak boleh mengkhianatinya, tidak boleh mendustainya dan membiarkannya tidak ditolong. Setiap Muslim bagi Muslim lainnya adalah haram kehormatan, harta dan darahnya. Taqwa itu disini,. Cukuplah sebagai keburukan (dosa) bagi seseorang jika ia meremehkan saudaranya yang Muslim.” (HR. at-Tirmidzi).

Senin, 21 Mei 2012

Untukmu wahai ikhwan, kutitipk Doa & Salam Lewat Semesta Alam (Siapapun Engkau....)

Bismillaahirrahmanirrahiim…..
Melalui Untaian Harapan Yang tidak akan pernah lelah terbasuh doa, Kusampaikan salam padamu walau harus melintasi semesta alam....

Wahai Ikhwan Yang soleh Hatinya…
(Dimanapun dan Siapapun Engkau)
Seandainya engkau mampu membaca bahasa kalbuku Ini
Betapa Malunya aku….
Karena dari itu kau akan Tahu,,, Jauh isi perasaanku…
Yang Diam-diam mengagumimu….
Karena Takwamu pada Tuhanmu
Karena Taatmu Pada titah Tuhanmu
Karena Cintamu yang besar dan dalam pada Tuhanmu
Huuufh….atau memangkah seharusnya kau tahu?
Ah tidak…. Jangan dulu….
Hatiku pun mesih terliputi ragu, entah ragu atau malu

Wahai Ikhwan Yang Soleh hatinya…
Berani-beraninya ku memendam rasa
Pada orang yang mgkn terlalu sempurna
Sedang Aku hanya Perempuan Biasa….
Tak Semulia Khadijah, Tak setakwa Aisyah, tak sesabar Fatimah pun tak secantik Zulaikha
Hanya Seorang Wanita yang bercita-cita menjadi Istri Solehah
Seorang perempuan biasa yang tidak terlalu hebat dalam tilawah
Apalgi bila kau berharap ku mumpuni menjadi seorang Qori’ah
Masih banyak sekali salahku dlm mengucap hukum tajwid dan huruf2 hijaiyah
Ku hanya seseorang yg tengah belajar walau tanpa sekolah madrasah
Ingin Mencari Ilmu dan ridhoNya lewat media tarbiyah
Walau sekarang pun harus kubagi waktu dengan susah payah
Tapi kuingin benar-benar pantas untuk disebut sebagai seprang muslimah
Yang tegar dan tidak lemah
Yang cerdas dan tidak lengah
Aku sungguh sangat ingin berubah
Sehingga benar-benar pantas untuk dikatakan seorang Muslimah
Seseorang yang bercita-cita setelah kelak menikah
Ingin sebisanya kuterangi setiap ruang rumah
Dengan pengamalan Qur’an ayat-ayat Qauliyah
Dari situ belajar sama-sama membaca ayat-ayat kauniyah
Karena Cita-citaku adalah membina Rumah tangga yang sakinah, mawadah, warrahmah dan muthmainah…
Mengabdi tulus seumur hidup pada sang “imam” yang kupilih lewat Istikharah
mengabdi Tulus dalam menjaga mushaharah…
Dan Sebaik-baiknya dalam menjalankan Fitrah
Wahai ikhwan yang soleh hatinya….
Sungguh maaf jika seandainya kata-kata ini tak pernah keluar dan terpaparkan
Karena kurasa tak sepantasanya kata-kata ini terlontar dari dari seorang wanita
Mengungkapkn rasa mahbbah pada seorang laki-laki yang belum sah mnjadi suaminya
Walau besar rasa kekaguman dan besar tulus niatannya
Tapi biarlah saja kupendam rasa…
Kembali berpasrah pada Yang Maha Kuasa
Yang Maha Mengetahui apa yg tersirat dalam angan Hamba-hambaNya…
Lewat sujud, doa, harapan dan bersimpuh pasrah
Memohon Jawaban terbaik dari Sang Pemberi Hidayah
Bila Jawaban itu masih menggantung Dilangit Maka Turunkanlah…
Bila Jawaban itu masih Didalam perut Bumi Maka keluarkanlah
Jika Jawaban itu sulit kuraih maka mudahkanlah
Jika jawaban itu masih Jauh maka dekatkanlah
Mungkin Allah kan Mengetuk Hatimu wahai siapapun dirimu…
Memberitahukanmu…. Dimanapun Engkau Berada…. Atau Biarlah selamanya terpendam sampai Allah
Datangkan Jodoh Yang sebenar benarNya….
Aku hanya Bisa Pasrah…Sampai Sang Pemilik Skenario Kehidupan mempertemukanku denganmu pada akhirnya
Dalam nuansa tepat yang terbalut oleh RidhoNya.

For SomeOne, Some Where

Sahabat Penghianat

Untaian katamu ternyata palsu
Janji indah telah kau ingkari
Untuk terus menjadi sahabatku
Tahukah kau sobat???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku
Sadarkah kau sobat???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mimpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku
Dulu secercah tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
Yang mampu kau berikan padaku
Karena sahabat…
Kau khianati aku
k au cemari ikatan kita
Kau dengan mudah melepas jemariku
Padahal kau melihat aku
Rapuh tanpa kau di sampingku
Mengapa kau rusak hubungan ini??

Rabu, 16 Mei 2012

psikologi


Psikologi Menangis ^^

Apa yang harus ku tulis sekarang?

Hal yang selalu ada di pikiranku adalah tentang menangis. Wah, Subhanallah ya menangis itu adalah tindakan yang luar biasa. Tetapi tak jarang para lelaki itu menganggap menangis adalah perbuatan yang sia-sia atau cengeng.


Padahal, setelah di lihat-lihat, apa yang dirasakan oleh kaum wanita adalah menangis karena ada dorongan dari luar yang membuat dirinya menangis. Terdapat emosional yang mempengaruhi psikologinya. (Wah, masuk ke Psikologi nih, mari kita mengetahui lebih jauh tentang menangis ^^)

Menangis itu ekspresi kita jika tersentuh oleh hal-hal yang membuat kita menangis. Dan itu tidak boleh di pendam. Jika ingin menangis, maka menangislah.. Tak ada yang melarang kita menangis.
Jika kita menghayati tentang menangis, karena air mata itu termasuk netral (di dalam kimia). Dan menangis melekat pada hormon Prolaktin yang membuat emosi kita stabil jika menangis.

Ekspresi yang kita keluarkan itu berpengaruh pada pikiran kita. Ketika kita sedang stress atau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, pastilah kita merasa penat menghadapinya. Namun, dengan menangis hati kita akan merasa tenang dan rasa beban di pikiran kita terlepas oleh air mata yang kita keluarkan.

Menangis juga merupakan sebuah kekuatan untuk bisa bertahan terhadap guncangan yang membuat mereka marah, bisa saja mereka marah tetapi diekspresikannya melalui tangisan ini. Jadi, janganlah menganggap menangis itu sebuah kecengengan dan kelemahan dari seseorang. Dan menangis bukan hanya dimiliki oleh kaum wanita saja, tetapi kaum laki-laki juga perlu. Karena sangat berpengaruh pada emosi kita.

Dibalik itu semua, Allah Swt. menciptakan beragam air. Termasuk air mata yang dihasilkan oleh mata sendiri. Dan bekerja dengan adanya dorongan dari perasaan yang muncul dari dirinya.
So, jangan malu untuk menangis ok. Allah menciptakan airmata untuk kita sebagai pengganti di kala emosi (marah) melanda. Subhanallah....

Selasa, 01 Mei 2012

kriteria ikhwan dambaan akhwat


Kriteria Ikhwan Sejati sebagai Idola Sejati Akhwat

Ikhwan sejati idola akhwat sejati
Kalau ada Akhwat(Wanita) Sejati Impian Sejati Ikhwan(Laki-laki), tentu juga ada Ikhwan Sejati impian sejati seorang Akhwat.

Paling tidak ada 60 Kriteria Ikhwan(Laki-laki) Idaman (Ideal) menurut Islam yakni Ikhwan mukmin (beriman) yang :

  1. Islam menjadi pedoman hidupnya yang utama (QS.6:153);
  2. Ikhlas menjadi dasar hidupnya (QS.2:207);
  3. Taqwa menjadi bekal hidupnya (QS.2:197);
  4. Taat menjadi karakteristik khasnya (QS.3.132);
  5. Shalat dan sabar merupakan kekuatannya (QS.8:56;32:24);
  6. Tsabat (teguh) merupakan sikap hidupnya (QS.8:45);
  7. Ukhuwah Islamiyah menjadi pengikat hatinya (QS.49:10;43:67);
  8. Tidak mengenal sikap palsu, kamuflase, banyak tingkah dan takabur (QS.25:63);
  9. Ruang jiwanya dipenuhi oleh perhatian dan kepedulian yang besar dan penuh kesungguhan dalam mencapai hadaf (tujuan baik) mereka (QS.28:55);
  10. Detik-detik malamnya amat berharga, diisi dengan ibadah Qiyamul Lail/Muraaqabatullah (QS.25:64 : 17:79. 76:26);
  11. Senantiasa risau dan amat takut akan azab Neraka Jahanam (QS.25:65-66);
  12. Punya ukuran-ukuran yang jelas atas kebenaran dalam kehidupannya (QS.25:67.17:29);
  13. Tidak menyekutukan Allah, dan tidak menantang (menyalahi) perintah Allah (QS.25:68-71);
  14. Tidak menyia-nyiakan hak orang lain dan tidak menzalimi seorangpun (QS.25:72);
  15. Hatinya lurus dan hidup subur, dengan iman yang benar (QS.25:73);
  16. Senantiasa menginginkan kebaikan yang dilakukan menjamah dan berlanjut untuk setiap generasi (QS.25:74-76);
  17. Senantiasa Jujur dalam perkataan dan perbuatan;
  18. Senantiasa menjaga tali silaturrahmi;
  19. Senantiasa menjaga amanah yang diberikan;
  20. Senantiasa menjaga hak tetangga;
  21. Senantiasa memberi kepada yang membutuhkan;
  22. Senantiasa membalas kebaikan orang lain;
  23. Senantiasa memuliakan tamu;
  24. Memiliki sifat malu;
  25. Senantiasa menepati janji;
  26. Tubuhnya sehat dan kuat (Qowiyyul jismi);
  27. Berakhlak baik/mulia kepada sesama makhluk Allah; (Matiinul khuluqi);
  28. Senantiasa Shalat tepat pada waktunya;
  29. Senantiasa memautkan hatinya ke masjid /Cinta Shalat berjamaah di Masjid;
  30. Senantiasa membaca dan mempelajari Al Qur’an dan mengamalkannya;
  31. Sederhana dalam urusan dunia dan paling cinta pada urusan akhirat;
  32. Paling suka melakukan amar ma’ruf nahi munkar;
  33. Paling berhati-hati dengan lidahnya (menjaga lidah);
  34. Senantiasa cinta pada keluarganya;
  35. Paling lambat marahnya;
  36. Senantiasa memperbanyak istighfar, berdzikir dan mengingat Allah swt dan memperbanyak Shalawat Nabi;
  37. Senantiasa suka dan ringan berzakat, infaq dan bersedekah;
  38. Senantiasa menjaga wudhu;
  39. Senantiasa menjaga Shalatnya terutama Shalat wajib;
  40. Senantiasa menjaga Shalat sunnat Tahajjud dan Shalat Dhuha;
  41. Paling cinta dan hormat pada kedua orang tuanya, terutama ibunya;
  42. Cerdas / Pikirannya intelek (Mutsaqoful fikri);
  43. Aqidahnya bersih/lurus (Saliimul ‘aqiidah);
  44. Ibadahnya benar (Shohiihul ‘ibaadah);
  45. Rendah hati (Tawadhu’);
  46. Jiwanya bersungguh-sungguh (Mujaahadatun nafsi);
  47. Mampu mencari nafkah (Qaadirun’alal kasbi);
  48. Senantiasa menjaga dan memelihara lidah/lisan (Hifdzul lisaan);
  49. Senantiasa istiqomah dalam kebenaran (Istiqoomatun filhaqqi);
  50. Senantiasa menundukkan pandangan terhadap lawan jenis dan memelihara kehormatan (Goddhul bashor wahifdzul hurumat);
  51. Senantiasa lemah lembut dan suka memaafkan kesalahan orang lain (Latiifun wahubbul’afwi);
  52. Benar, jujur, berani dan tegas (Al-haq, Al-amanah-wasyaja’ah);
  53. Selalu yakin dalam tindakan yang sesuai ajaran Islam (Mutayaqqinun fil’amal);
  54. Senantiasa pandai memanfaatkan waktu (untuk dunia dan akhirat) (Hariisun’alal waqti);
  55. Sebanyak-banyaknya bermanfaat bagi orang lain (Naafi’un lighoirihi);
  56. Senantiasa menghindari perkara yang samar-samar (Ba’iidun’anisy syubuhat);
  57. Senantiasa berpikir positif dan membangun (Al-fikru wal-bina’);
  58. Senantiasa siap menolong orang yang lemah (Mutanaashirun lighoirihi);
  59. Senantiasa berani bersikap keras terhadap orang-orang kafir yang memusuhi kita (Asysyidda’u’alal kuffar);
  60. Senantiasa mengingat akan datangnya kematian;
Apakah anda atau suami atau (calon) suami/pasangan Anda telah memenuhi ciri-ciri pria idaman menurut Islam seperti di atas ?

Apabila sudah sebagian maka sempurnakanlah dan pertahankanlah, namun apabila belum senantiasa berusahalah untuk menyempurnakannya, karena memang Tidak ada insan yang sempurna, kecuali Rasulullah , tapi senantiasa berusahalah menjadi yang mendekati kriteria-kriteria tersebut.

Semoga kita semua dan anak keturunan kita senantiasa diberikan petunjuk dan bimbingan oleh Allah swt untuk bisa menjadi insan dan laki-laki yang baik menurut Islam dan bagi akhwat semoga diberi Allah swt atau bagi akhwat (perempuan) dapat diberikan Allah swt pasangan laki-laki mukmin yang baik menurut Islam seperti disebutkan di atas. Amiin

Wallahualam bissawab

hikmat




 

bergulat dengan cinta

Di suatu malam, saya terbelah menjadi tiga. Dua orang keluar dari diriku, maka kubiarkan mereka jadi apapun. Kubiarkan yang satu menjadi rembulan, dan kubolehkan yang lainnya menjadi bintang. Kubebaskan yang satu jadi Munkar, dan yang lainnya menjadi Nakir. Kuciptakan yang satu menjadi iblis, dan yang lainnya menjadi Tuhan. Kuberi kemerdekaan yang satu menjadi malam, dan yang satunya lagi jadi cahaya. Mereka kuciptakan untuk menemaniku berbagi cerita. Mereka kuminta untuk mengajukan pendapat dan membicarakan banyak persoalan eksistensial. Mereka kulahirkan menjadi teman dan lawan dialog yang menyenangkan dan penuh perhatian. Tentu saja, teman dan lawan dialog yang sulit kutemukan di alam nyata.

Percakapan selalu berjalan tenang dan mengalir santai. Maka satu dari dua orang yang tengah duduk dihadapanku berkata:

“Berbahagialah jika kita dicintai. Karena ingatan dan kerinduan orang yang mencintai kita adalah doa. Semakin banyak orang mencintai kita, semakin banyak doa mereka menjaga hidup kita. Maka bersikap lembutlah…”

Saya mengangguk pelan dan mengalihkan pandangan pada yang lainnya. Maka berkatalah ia:

“Cinta itu seperti bangunan yang megah, tapi sewaktu-waktu dapat pecah dengan mudah. Bukankah kemegahan itu nyatanya hanyalah gambar di permukaan kaca—kaca khayalan yang tak datar. Disana kita, dunia ini, seolah-olah terlihat besar; padahal sesungguhnya hanyalah ilusi. Kalaupun kita merasa begitu sulit menghapus jejak cinta dalam hati, itu hanya karena kita begitu bodoh menerima kenyataan bahwa cinta sebenarnya telah menipu kita…”

Saya kembali mengangguk pelan. Saya beri mereka waktu yang banyak seperti halnya saya punya jatah waktu yang banyak untuk membuat keputusan.

“Cinta adalah kejahatan konsepsi, atau semacam pembodohan. Boleh dibilang rayuan utopis. Atau modus murahan dari proyek raksasa bernama penindasan, hasrat, hawa nafsu dan kepentingan-kepentingan serakah. Jangan biarkan dirimu mabuk tak berdaya karenanya…Hari gini kamu masih percaya cinta pejabat pada rakyat? Uh, kamu juga masih percaya kata-kata cinta dari mulut manis sang kekasih, lagu, filsafat, syair, film, dongeng dan buku-buku? Banyak orang berlindung dalam konsepsi cinta hanya karena mereka ingin menyembunyikan bahwa sifat dan keinginan mereka sangat buruk. Cinta itu sesungguhnya tak ada. Hanya ilusi. Yang ada hanyalah naluri munafik dan penipuan yang halus…Kamu sudah terlalu lama dibelenggu cinta. Kamu kehilangan banyak hal, kehilangan hakmu, kebebasanmu, hanya karena terlalu memuja cinta. Kamu rela berkorban dan menyakiti diri hanya karena terlalu lemah mengikuti cinta. Kamu merelakan segalanya hilang karena godaan cinta. Cinta adalah musuh yang menyamar di rumah hatimu. Ia membiusmu. Apa kau menyangka mereka mencintaimu? Tidak. Mereka bohong. Hati mereka sebenarnya sangat buruk. Mereka menggunakan cinta untuk kepentingan-kepentingan gila diri mereka. Kekasih? Omong kosong. Mereka tak butuh cinta. Mereka hanya merampok apa yang berharga dari diri kamu; harta, misalnya. Jika kamu tak mampu memberi mereka dunia yang mahal, maka kamu akan menyadari betapa cinta ternyata tak pernah ada dalam sejarah manusia. Cinta hanya membodohimu bahwa hubungan dengan orang lain hanyalah semacam bentuk eksploitasi yang panjang. Tak ada cinta, yang ada hanyalah uang dan kekuasaan… ”

Dan yang lainnya mendapat giliran:

“Cinta itu baik. Hidup yang baik lahir dari hubungan yang penuh cinta. Cinta itu baik, yang buruk adalah manusia yang tak mampu memahami dan mengerjakan pesan hakikatnya. Tak heran jika ada orang mengatakan cinta itu kata-kata kosong, toh mereka tak mengisinya dengan perbuatan. Cinta dapat menyelamatkan banyak hal. Belajarlah mencintai dengan melepas banyak kepentingan dan ambisi untuk lebih dicintai. Mencintai lebih penting dari dicintai. Tapi mencintai adalah langkah awal untuk dicintai. Jika kita tulus mencinta, maka dengan sendirinya kita akan mudah dicintai orang. Hubungan baik lahir karena cinta yang baik. Perbuatan baik lahir karena kita menjalani cinta dengan baik. Apa jadinya jika dunia ini kehilangan cinta? Karena cinta mengajari bahwa segala hal dapat berharga dan tak pantas untuk disakiti. Ia mengajari kita bagaimana membahagiakan orang lain. Cinta menuntun kita menjalani hidup dengan baik. Cinta pada makhluk hidup, cinta pada keseluruhan semesta, cinta pada Tuhan, akan menjadikan kita manusia terbaik, akan menjadikan hidup dan dunia ini ruang yang tenang dan menyenangkan. Kacau dunia ini jika tak ada cinta. Pembunuhan, kebencian, penindasan, dendam, kerusakan, kebodohan, ketidakadilan, kejahatan, adalah hal-hal akibat tak adanya cinta. Atau jika persoalanmu ditolak seseorang yang kamu cintai, itu tema sepele. Hal yang lebih penting adalah mencintai kehidupan. Itu akan membuatmu punya harapan yang lebih baik untuk tetap hidup dan tak bunuh diri karena kekecewaan, misalnya. Jika kamu malah kecewa karena ditolak cinta, maka itu artinya kamu masih memahami cinta sebatas kulit luar saja. Seperti juga raga sebagai pembungkus, jiwa dan cinta ternyata lebih penting. Ia inti kehidupan…”

Saya jadi penyimak yang baik. Mereka terus bicara:

“Ah, jangan terlalu berlebihan memuja cinta seperti itu. Orang seumur hidup mencari cinta, tapi tak berjumpa, karena cinta tak pernah ada. Yang ada adalah kesenangan karena hidup tak miskin, banyak uang, isteri cantik, pekerjaan yang memuaskan dan kedudukan. Berterima kasihlah pada uang, bukan cinta. Orang hidup karena uang, bukan cinta. Hidup butuh ongkos, butuh biaya, bukan cinta. Cinta adalah kekuatan? Ah, bohong. Yang ada hanyalah kekuatan yang lahir dari keinginan dan ambisi untuk menang, berhasil, sukses, dapat uang, aktivitas seks yang sempurna, dan kesenangan-kesenangan. Orang berumah tangga karena motivasi seksual, bukan cinta. Manusia itu sebenarnya binatang yang pandai berdusta tentang cinta. Banyak orang cerai karena tidak harmonis disebabkan kegagalan seks. Kalaupun rumah tangga awet, itu karena ada uang. Toh akhirnya pasangan yang tidak terpuaskan secara seksual akan berselingkuh dengan orang lain. Itu artinya seks dan uang lebih masuk akal daripada cinta.

“Ah, jangan terlalu berlebihan membenci cinta. Sudah dikatakan tadi bahwa cinta itu baik, yang tidak baik adalah perilaku manusia. Cinta itu indah, bijaksana, bersih…yang kotor adalah manusia. Cinta tidak pernah punya potensi merusak. Bukankah segala hal akan membahayakan jika berada pada tangan manusia yang tak baik. Itu sebabnya tadi ada istilah cinta kulit luar. Kamu tahu kan maksudku? Cinta kulit luar ibarat pisau yang disalahgunakan. Hakikat cinta itu baik. Ia lahir untuk kebaikan. Tapi jika disalahgunakan, ia akan kehilangan makna. Bukankah sendok dan garpu diciptakan untuk makan, kenapa harus dipakai untuk membunuh? Sebenarnya tak ada orang yang menderita karena cinta jika orang mau memahami dan mengerjakannya dengan baik. Banyak orang punya harta dan kedudukan, tapi ia menderita. Begitupun harta dan kedudukan akan disalahgunakan jika tak disertai cinta. Kita bukan hewan. Kita adalah manusia yang punya cinta. Itulah yang dapat membedakan kita berbeda dengan hewan. Soal rumah tangga, tujuannya bukan seks, tapi harmonisasi. Jika tujuannya seks, tak usah menikah. Bekal rumah tangga adalah cinta. Jika tak ada cinta, seks sekalipun tak akan indah.”

“Menurutku cinta itu tak ada…”

“Menurutku ia ada…”

“Bagaimana menurutmu?”

“Hm…”

“Jangan percaya cinta…”

“Percayalah cinta…”

“Bagaimana?”

“Hm…”

“Cinta adalah candu yang merusak…”

“Cinta bukan candu yang merusak…”

“Jika cinta itu baik, ia hanya sebatas cerita bohong yang dapat menghibur dan menyenangkan, tetapi pembodohan, tak baik bagi perkembangan mental anak-anak, juga orang dewasa…”

“Cinta itu pelajaran. Cinta adalah hikmah, adalah kebenaran. Mencintai orang lain adalah pelajaran berharga. Mencintai hidup adalah pelajaran terpenting. Kita akan hidup lebih baik…”

Malam kian larut. Percakapan terus berlanjut. Tak ada debat kusir. Tak ada pertengkaran. Tak ada teriakan. Tak ada ungkapan-ungkapan emosional. Tak ada egois dan keras kepala. Tak ada sikap-sikap yang merasa paling benar. Begitu sunyi. Malam ini sunyi…

Begitulah, setiap malam, saya terbelah menjadi tiga. Percakapan kami selalu menyenangkan, tetapi berharga. Pesan moral yang selalu saya dapat adalah: belajarlah berdialog dengan diri sendiri, sebelum berdialog dengan orang lain…

Lha, lantas apakah cinta itu ada atau hanya kebohongan?
0

hanya dengan diam

dalam diam aku menangis
dalam diam aku tertawa
dalam diam aku tersenyum
dalam diam aku marah

hanya dalam diam aku bisa mengungkapkan perasaan ku

wahai seseorang adam yang berada di sana...
mau kah kau dengarkan isi hatiku yang selalu bergema ini...
mendengarkan perasaan syahdu penuh cinta

kau adam,,,,pernah kah merasakan indahnya cinta pada seorang hawa?
cinta yang mengalir indah pada denut nadi, detak jantung bahkan kepada hembusan napas tiap detikmu,,,

ku tahu,,hidup ini memang butuh cinta...
karena hidup tanpa cinta bagaikan kita berada di dalam tempat gelap tanpa cahaya
namun.....
ketika cinta menyapa...
kita akan terasa bingung, takut, bahkan tidak mengerti apa yang harus ku lakukan...
selain hanyalah DIAM

dalam diam aku mencintaimu
dalam dia aku menyangimu
dalam diam aku merindukanmu
dalam diam aku cemburu
dalam diam merana
DAN
dalam diam aku ingin memilimu...

hanya dengan diam aku bisa melakukan semuanya
tanpa perlu kau tahu dan tanpa perlu kau mengerti
karna dengan diam aku bisa tenang....
walaupun sedikitnya aku harus menderita

cinta adalah fitrah..
cinta adalah anugerah
dan cinta adalah kehidupan
bahkan cinta adalah cahaya

biarkan perasaan ini terus ada
untuk mu wahai adam
dan biarkan aku terus memendamnya...
sampai batas waktu akan tiba

biarkan hanya Sang Pemilik Hati yang tau,,,
dan biarkan Dia yang mengantarkan cinta ini kepada dirimu

wahai adam..jika kau lelah menunggu...
pergilah untuk mencari hawa yang lain...
yang akan mengantarkan mu kepada surgaNya

NAMUN....

jika kau mau tetap menunggu....
tunggulah diriku.....
jagalah cinta itu....
hingga akhirnya kita akan di pertemukan dalam ikatan yang lebih suci..

wahai adam......
cintai aku dengan diam..
cinta aku karnaNya...
cintai  aku untuk mendapatkan ridhoNya

biarkan kita lakukan ini dengan diam...
tanpa ada ucapan...
tanpa ada berkata...
karna...dengan diam,
AKU BISA MENCINTAIMU DENGAN CINTA YANG SUCI
0

Cintai Ia dengan Diam

Duhai gadis, 
maukah ku beritahukan padamu bagaimana mencintai dengan indah?
Ingin kah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu.. 
Maka dengarlah..

Gadis, Saat ku jatuh cinta. 
Tak akan ku berucap..
Tak akan ku berkata.. 
Namun ku hanya akan diam..
2

di jodohin? ogah ah


” Rina..” aku mendengar Bunda memanggilku dari luar. Aku yang masih didalam kamar segera menyambar jilbab yang ada di kursi didekat meja belajarku.
” Iya Bunda ” aku melongok keluar setelah membuka pintu. Bunda sudah ada didepan pintu sambil tersenyum.
” Ada tamu didepan, tolong ditemuin ya Nak ”
” Siapa Bunda ? ”
” Temennya Ayah ”
Aku pun segera menemui Ayah.
” Sini Nak ” Ayahku menyuruh untuk duduk disebelahnya.
Aku menatap orang-orang yang ada dihadapan Ayah, sepertinya satu keluarga besar. Terdiri dari 4 orang. 2 laki-laki dan 2 perempuan. Aku menerkanya mereka adalah ayah, ibu dan 2 orang anak, laki-laki dan wanita. Tapi tatapanku seakan berhenti ketika menatap sesosok makhluk laki-laki yang sebaya denganku. Kami saling memandang, namun segera kami pun menunduk.
0

Kenapa Harus Wanita Shalihah?


Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka.. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki.. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun..

Senin, 23 April 2012

aku

sekilas kisah hidup qu aqu terlahir dari keluarga yang di pandang baik oleh orang" mungkin karna seluk beluknya , keluarga qu pun ikutan baik ..
   aq muthia khairunnisa yang terlahir sebagai anak bungsu dari 4 bersaudara dan semua kakak" qu wanita , dari kecil aq terobsesi ingin punya adik yaa py gmna allah uddh nakdirin aq jadi anak bungsu xixixi sedihnya ..
bisa di bilang masa" kecil qu hanya seorang diri tak pernah qu temukan sosok kakak dalam hidup qu kemana mereka sejak aqu lahir mereka hidup sama urusan mereka masing" kak juju yang kini sudah menikah dan ninggalin aqu di masa kecil qu,
kak tuti yang pesantren daan so pasty ketemu nya jarang kakak ade yang aktifitas nya bejibuun di sekolah nya itu membuat saya merasa sendiri dan tanpa kasih sayang seorang kakak,,
   singkat cerita di kelas 3 mi  aqu mulai mencari kegiatan boseen dong sendiri teruus aq ikut kegiatan mengaji bareng teman" qu ini dia si rini isna ayu tari